Jumat, 27 Mei 2011

Membumikan Identitas Seni NU di Kebumen


"Melestraikan seni budaya sudah lama sejak moyang kita, tinggal saatnya mencari icon seni tradisonal sekaligus menjadikan Rebana kebumen mendunia, sebagai media dakwah sekaligus menambah khazanah peradaban masyarakat warga Kebumen."
Rebana dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting perannya, peranan rebana di semua lini kehidupan, selain sebagai dakwah seni rebana memiliki peran peradaban dalam kesejarahanya Terbukti secara nyata mampu membangkitkan nilai dan kandunga yang dimaksud dalam berbagai aktivitas kehidupan Peran seni rebana dibidang seni tradisonal di Kabupaten Kebumen sejak nenek moyang teryata sudah menjadi kekuatan identitas seni tradisi.

Sejak jaman kerajaan Mataram dan Majapahit sebelum kolonisasi Belanda masuk ke wilayah RI, Rebana terutama di Kebumen, Rebana dalam bentuknya tempo dulu telah dimainkandi masjid, syuro dan pesantren dengan kandungan melakukan puji- pujian kepada Aloh SWT dan Rasul Muhammad SAW.

Seni rebana bagian dari goresan para ulama untuk menjadi alat dakwah, seperti halnya kesenian wayang, ebeg yang merupakan hasil karya anak negeri ini. Di Kebumen potensi budaya rebana sangat tepat dikembangkan seiring dengan adanya peradaban budaya yang tidak jelas. Tidak jelasnya budaya luar. Budaya pop ini menjadi sebabagi musuh bersama.

Festifal rebana mengambil tema “Mencari Icon Seni Tradisional Kabupaten Kebumen Yang Mendunia"merupakan buah pemikiran sahabat-sahabat muda warga Kebumen yang konsent terhadap gerakan Seni tradisional dalam realitas kebudayaan yang semakin terkikis dan tergerus ditengah kemegahan seni modern.Tentu,butuh waktu panjang untuk mewujudkan bagaimana seni rebana mampu menembus ruang dan waktu denga skala yg tidak hanya menasional tapi paling tidak upaya ini menjadi bagia penting dari langkah itu

Seni tradisional merupakan identitas budaya kita karena budaya yang datang dari barat lebih banyak bertentangan dengan nilai tradisi dan kearifan lokal yang kita punyai. Kenapa demikian, ternyata  produk seni dari luar jelas-jelas akan merusak dan mengikis budaya asli, kebudayaan yang merupakan identitas ini harus kita teguhkan dan jaga. Melalui festifal ini perlu adanya peranan semua pihak untuk bisa berperan aktif dan terlibat di dalamnya.

Kabupaten Kebumen yang merupakan basis kebudayan rebana tidak berlebihan untuk dibumikan, seandainya festifal rebana ini menjadi langkah awal untuk membumikan rebana, lambat laun akan menjadi sebuah identitas di negeri ini. Rebana sangat berpotensi untuk mendatangkan seni wisata didaerah. Kesenian rebana juga bisa menjadi seni icon tradisional untuk di angkat menjadi identitas Kebumen.
  
 Ditulis oleh: Eko Wahyudi, S.Pd.I
Ketua IKA STAINU Kebumen 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar